Wanita berkeluarga masa kini mempunyai kesempatan lebih banyak untuk mengembangkan karirnya. Meskipun begitu, wanita berkeluarga tidak seharusnya hanya mengedepankan karir dan mengesampingkan keluarga, begitupun sebaliknya. Wanita yang sukses adalah yang bisa adil dalam meniti karir maupun mengurus keluarga.

Tentu ini bukanlah hal yang mudah mengingat mengurus keluarga saja sudah cukup merepotkan, ditambah harus berkarir? Atau berkarir saja sudah menyibukkan, ditambah mengurus keluarga?  Coba lakukan tips berikut ini dulu dan buktikan kalau kamu bisa.

Buat list to do

Buat daftar hal-hal yang harus dilakukan setiap hari. Daftar ini bisa dijadikan sebagai pedoman. Jangan lupa urutkan hal-hal tersebut berdasarkan skala prioritasnya. Buat semenarik mungkin dan letakkan ditempat yang sekiranya bisa selalu kita cek.

Hal ini agar mempermudah mengingat daftar tersebut dan kita termotivasi melakukan apa yang sudah direncanakan. Sebaiknya list ini dibuat sesaat sebelum kita tidur, sehingga kita bisa sekaligus menyiapkan apa saja yang diperlukan untuk melaksanakan list diesok hari.

Tips ini terwujud berkat kerjasama dengan bandar judi bola piala dunia 2018 – Mahabet.org

Tidak ragu memutuskan

Sebelumnya kita sudah membuat List To Do. Tetapi tidak menutup kemungkinan muncul hal-hal yang berada diluar list. List tersebut merupakan salah satu bentuk perencanaan. Namanya perencanaan, dalam pelaksanaan tidak sesuai adalah hal biasa. Tetapi tetap usahakan harimu berjalan sesuai rencana.

Sehingga, jika tiba-tiba terdapat hal mendesak dari karir yang berada diluar List, kita harus memikirkan skala prioritas. Jika hal mendesak dirasa tidak terlalu penting seperti makan siang dengan teman kerja baru sementara di list adalah menjemput anak-anak sekolah. Maka sudah jelas kita harus memprioritaskan menjemput anak-anak. Dalam hal ini kita harus mantap memilih prioritas. Kita tidak boleh ragu untuk menolak hal-hal yang ada diluar list jika memang tidak penting.

 

Cukup Istirahat

Melakukan dua hal secara bersamaan tentu melelahkan. Untuk itu, kita membutuhkan waktu istirahat yang berkualitas untuk memulihkan energi. Dalam satu hari, tentukan berapa jam kita harus istirahat, dan jangan melanggarnya. Kurang istirahat akan memepengaruhi performa kita. Untuk itu, usahakan kita selalu mempunyai waktu istirahat yang cukup.

 

Sesekali Meminta Bantuan

Sebagai makhluk sosial, membutuhkan peran manusia lainnya merupkan hal yang lumrah. Maka, jika kita memang membutuhkan bantuan jangan segan-segan untuk mengatakannya. Misalnya dalam hal mengurus rumah, kita bisa meminta bantuan suami dan anak-anak untuk ikut memasak. Hal ini justru bisa menciptakan kehangatan keluarga pula.

Atau dalam kasus lain kita perlu mencari bahan untuk suatu pekerjaan. Kemudian kita tahu bahwa rumah teman kita searah dengan toko bahan tersebut. Daripada pergi sendiri, meminta bantuan teman untuk membelikannya ketika pulang sekali-kali tidak masalah. Hal ini bisa mengefisienkan waktu kita untuk melakukan hal yang ada di list lainnya.

 

Manfaatkan Kecanggihan Teknologi

Zaman sekarang semua serba canggih. Dalam satu alat elektronik saja semua sudah bisa terpenuhi. Dengan ponsel pintar, kita bisa melakukan beberapa hal dalam satu waktu. Misalnya, kita sedang disibukkan dengan pekerjaan yang menghadapi deadline sehingga tidak sempat memasak makan malam. Manfaatkan jasa delivery order atau jika tiba-tiba ada jadwal rapat mendadak, kita bisa memesan jasa kendaraan online untuk menjemput anak. Tetapi, kita harus berhati-hati dan memastikan keamanan teknologi yang kita pakai. Kita juga tidak boleh sampai ketergantungan dengan teknologi.

Yang paling penting dari kelima tips tersebut adalah kebahagiaan kita. Jika kita melakukannya dengan bahagia maka hasilnya juga akan memuaskan. Tetapi jika kita melakukannya dengan keterpaksaan, yang terjadi justru sebaliknya. Untuk kebahagiaan, kita juga bisa memberi reward pada diri sendiri atas apa yang telah dilakukan hari ini. misalnya jika kita berhasil melakukan semua yang ada di List sesuai rencana, kita akan pergi ke spa untuk pijat atau lainnya.

Kita tidak boleh melupakan keluarga meskipun kita juga berkarir. Jika pada akhirnya kita menjumpai kesulitan melaksanakan keduanya karena keterbatasan waktu atau tenaga, jangan larut dalam kekecewaan. Selalu bersyukur dan mengambil hikmah dari setiap kejadian bisa menjadi obatnya.   

Share this post:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •