31Mar/18

5 Tips Sukses Membagi Waktu Berkarir dan Berkeluarga

Wanita berkeluarga masa kini mempunyai kesempatan lebih banyak untuk mengembangkan karirnya. Meskipun begitu, wanita berkeluarga tidak seharusnya hanya mengedepankan karir dan mengesampingkan keluarga, begitupun sebaliknya. Wanita yang sukses adalah yang bisa adil dalam meniti karir maupun mengurus keluarga. Tentu ini bukanlah hal yang mudah mengingat mengurus keluarga saja sudah cukup merepotkan, ditambah harus berkarir? Atau berkarir saja sudah menyibukkan, ditambah mengurus keluarga?  Coba lakukan tips berikut ini dulu dan buktikan kalau kamu bisa.

 

Buat list to do

Buat daftar hal-hal yang harus dilakukan setiap hari. Daftar ini bisa dijadikan sebagai pedoman. Jangan lupa urutkan hal-hal tersebut berdasarkan skala prioritasnya. Buat semenarik mungkin dan letakkan ditempat yang sekiranya bisa selalu kita cek.

Hal ini agar mempermudah mengingat daftar tersebut dan kita termotivasi melakukan apa yang sudah direncanakan. Sebaiknya list ini dibuat sesaat sebelum kita tidur, sehingga kita bisa sekaligus menyiapkan apa saja yang diperlukan untuk melaksanakan list diesok hari.

 

Tidak ragu memutuskan

Sebelumnya kita sudah membuat List To Do. Tetapi tidak menutup kemungkinan muncul hal-hal yang berada diluar list. List tersebut merupakan salah satu bentuk perencanaan. Namanya perencanaan, dalam pelaksanaan tidak sesuai adalah hal biasa. Tetapi tetap usahakan harimu berjalan sesuai rencana.

Sehingga, jika tiba-tiba terdapat hal mendesak dari karir yang berada diluar List, kita harus memikirkan skala prioritas. Jika hal mendesak dirasa tidak terlalu penting seperti makan siang dengan teman kerja baru sementara di list adalah menjemput anak-anak sekolah. Maka sudah jelas kita harus memprioritaskan menjemput anak-anak. Dalam hal ini kita harus mantap memilih prioritas. Kita tidak boleh ragu untuk menolak hal-hal yang ada diluar list jika memang tidak penting.

 

Cukup Istirahat

Melakukan dua hal secara bersamaan tentu melelahkan. Untuk itu, kita membutuhkan waktu istirahat yang berkualitas untuk memulihkan energi. Dalam satu hari, tentukan berapa jam kita harus istirahat, dan jangan melanggarnya. Kurang istirahat akan memepengaruhi performa kita. Untuk itu, usahakan kita selalu mempunyai waktu istirahat yang cukup.

 

Sesekali Meminta Bantuan

Sebagai makhluk sosial, membutuhkan peran manusia lainnya merupkan hal yang lumrah. Maka, jika kita memang membutuhkan bantuan jangan segan-segan untuk mengatakannya. Misalnya dalam hal mengurus rumah, kita bisa meminta bantuan suami dan anak-anak untuk ikut memasak. Hal ini justru bisa menciptakan kehangatan keluarga pula.

Atau dalam kasus lain kita perlu mencari bahan untuk suatu pekerjaan. Kemudian kita tahu bahwa rumah teman kita searah dengan toko bahan tersebut. Daripada pergi sendiri, meminta bantuan teman untuk membelikannya ketika pulang sekali-kali tidak masalah. Hal ini bisa mengefisienkan waktu kita untuk melakukan hal yang ada di list lainnya.

 

Manfaatkan Kecanggihan Teknologi

Zaman sekarang semua serba canggih. Dalam satu alat elektronik saja semua sudah bisa terpenuhi. Dengan ponsel pintar, kita bisa melakukan beberapa hal dalam satu waktu. Misalnya, kita sedang disibukkan dengan pekerjaan yang menghadapi deadline sehingga tidak sempat memasak makan malam. Manfaatkan jasa delivery order atau jika tiba-tiba ada jadwal rapat mendadak, kita bisa memesan jasa kendaraan online untuk menjemput anak. Tetapi, kita harus berhati-hati dan memastikan keamanan teknologi yang kita pakai. Kita juga tidak boleh sampai ketergantungan dengan teknologi.

Yang paling penting dari kelima tips tersebut adalah kebahagiaan kita. Jika kita melakukannya dengan bahagia maka hasilnya juga akan memuaskan. Tetapi jika kita melakukannya dengan keterpaksaan, yang terjadi justru sebaliknya. Untuk kebahagiaan, kita juga bisa memberi reward pada diri sendiri atas apa yang telah dilakukan hari ini. misalnya jika kita berhasil melakukan semua yang ada di List sesuai rencana, kita akan pergi ke spa untuk pijat atau lainnya.

Kita tidak boleh melupakan keluarga meskipun kita juga berkarir. Jika pada akhirnya kita menjumpai kesulitan melaksanakan keduanya karena keterbatasan waktu atau tenaga, jangan larut dalam kekecewaan. Selalu bersyukur dan mengambil hikmah dari setiap kejadian bisa menjadi obatnya.   

25Mar/18

Bos Perempuan atau Laki-laki yang Membuatmu Nyaman? Ini Faktanya!

Berhadapan dengan rutinitas pekerjaan setiap harinya pasti menimbulkan kepenatan yang sangat menyita tenaga dan pikiran kamu. Belum lagi jika kebetulan kamu memiliki atasan yang cenderung cerewet atau justru dingin. Ya, inilah yang banyak dikeluhkan saat berhadapan dengan atasan. Ada yang mengeluhkan atasan atau bos perempuan cenderung lebih cerewet dan banyak maunya. Tidak sedikit pula yang bilang bahwa bos laki-laki seringkali dingin dan suka mengatur. Nah, bagaimana fakta tentang bos perempuan atau laki-laki yang membuat anak buahnya nyaman? Berikut kekurangan dan kelebihan masing-masing. Simak ya!

Sisi Positif dan Negatif Bos Perempuan

Memang seorang perempuan memiliki sifat dasar berupa suka detail atau lebih rinci mengenai sesuatu. Nah, sifat yang semacam ini tentunya akan membawa dampak positif bagi karyawan ketika harus dihadapkan dengan tugas atau target yang baru. Bos perempuan tidak akan segan memberikan instruksi yang detail. Tidak hanya itu, bos perempuan juga sering banyak memberikan toleransi untuk karyawan yang memiliki kepentingan di luar kantor. Biasanya hal ini karena mereka juga memahami bahwa menjadi seorang perempuan. Jadi, ketika mengajukan cuti atau kepentingan keluarga, biasanya bos perempuan akan lebih mudah mengerti.

Seorang bos perempuan terkadang juga selalu rajin memberikan motivasi bagi karyawannya. Mungkin saja, naluri keibuan mereka membuat sikap positif tersebut muncul. Maklum saja, sebagai seorang perempuan memang terkadang diharuskan memiliki perhatian lebih terhadap seluruh anggota keluarga, sehingga tidak jarang mereka akan membawa sikap perhatian mereka juga ke dalam kantor.

Sayangnya, ada juga sisi negatif terkait dengan bos perempuan. Pernahkah menghadapi bos yang cemberut tiba-tiba atau marah tanpa sebab? Ya, sebagian besar kaum wanita memang lebih menggunakan perasaan dari pada logika mereka. Banyak juga bos perempuan yang kemudian bersikap moody dan menyalahkah semua bawahannya ketika dirinya tengah mengalami mood yang buruk. Hal ini juga berlanjut pada mereka yang kerap tidak bisa membedakan masalah pribadi dengan pekerjaan.

Kelebihan dan Kekurangan Memiliki Bos Laki-laki

Berbeda dengan sikap bos perempuan yang banyak menggunakan kata-kata atau yang sering dikenal dengan multitasking dan hasil yang kurang maksimal. Bos laki-laki juga dihadapkan dengan kelebihan dan kekurangan yang berbanding seimbang. Ketika memiliki bos laki-laki, sikap emosional, to the point, professional, dan lebih logis pasti bisa dirasakan oleh karyawan. Nah, banyak diantara bos laki-laki juga mengedepankan urusan kantor dibandingkan harus mengaitkannya dengan persoalan pribadi.

Bos laki-laki juga dikenal sebagai pribadi yang cepat mengambil keputusan serta mengatasi suatu masalah dengan cekatan. Bos laki-laki memang lebih suka mengambil risiko serta pantang melalaikan tanggung jawabnya. Banyak juga keuntungan dari memiliki bos laki-laki ini, dimana reward atau penghargaan untuk karyawan akan lebih sering diterima. Namun demikian, tidak jarang bos laki-laki ini tidak mau mentolerir suatu kesalahan yang dilakukan bawahannya.

Nah, selain kelebihan diatas ada juga kekurangan saat kamu dipimpin oleh bos laki-laki. Mulai dari mereka yang tidak peka terhadap permasalahan diluar kantor, hingga tidak adanya perhatian untuk bawahan. Bos laki-laki juga cenderung menyukai bawahan yang penurut, dibandingkan dengan mereka yang kritis dalam pekerjaan.

Menyikapi kedua perbandingan yang telah diulas diatas, sebenarnya tidak banyak hal yang berbeda dari bos perempuan maupun laki-laki. Mereka membawa karakter masing-masing dan sejatinya mampu memberikan suasana yang nyaman asalkan karyawan pandai mengambil hati.

Demikian artikel informatif tentang perbedaan memiliki bos perempuan dan bos laki-laki yang bisa disampaikan. Semoga bisa menjadi referensi pembaca!

 

20Mar/18

Menjaga Hubungan Baik Dengan Rekan Kerja? Ini Tipsnya!

Menjaga hubungan baik dengan rekan kerja, bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang. Hal ini tentu berkaitan dengan semakin ketatnya persaingan dalam dunia kerja yang mewajibkan seseorang untuk membuktikan kemampuan dalam bidang pekerjaan mereka. Persoalan persaingan yang tidak sehat juga terkadang menjadi faktor terjadinya kesalahpahaman dalam dunia kerja. Nah, meski demikian menjaga hubungan baik dengan rekan kerja tetap dirasa perlu sebagai langkah awal menciptakan suasana kerja yang nyaman di kantor anda. Lantas, bagaimana cara menjaga hubungan baik dengan rekan kerja untuk menciptakan kenyamanan tersebut? Berikut triknya untuk anda, simak ya!

Percaya

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah rasa saling percaya. Saling percaya dengan rekan kerja membuat pekerjaan akan terasa lebih ringan. Anda bisa menunjukan kepercayaan tersebut dengan membiarkan dia bekerja sesuai tingkat kemampuannya. Meskipun mungkin anda sempat merasa kecewa sebelumnya, anda pun bisa memupuk kembali rasa percaya itu seiring waktu. Kepercayaan membutuhkan waktu yang lama bukan?

Mendengarkan

Menjadi pendengar yang baik akan membuat anda berarti di mata rekan kerja yang lain. Dunia kerja jelas dipenuhi dengan beragam tuntutan serta target pekerjaan yang pasti membuat anda sibuk. Namun, dibalik kesibukan tersebut anda tidak boleh lupa mendengarkan ide cemerlang yang mungkin dilontarkan oleh rekan kerja anda. Dengan mendengarkan segala ide rekan kerja,itu juga bisa dinilai sebagai bentuk menghargai sesame tim.

Atasilah Masalah Dengan Bersama-sama

Dunia kerja juga pasti memunculkan berbagai masalah. Ini bisa menjadi lahan anda untuk menciptakan hubungan yang harmonis dengan rekan kerja anda. Masalah yang muncul akan lebih cepat selesai dengan kegotong-royongan anda bersama rekan kerja yang lain. Hindari menganggap diri sebagai orang yang berhak atau yang bertanggung jawab menyelesaikan masalah, karena hal ini hanya akan membuat anda berselisih dengan rekan kerja.

Saling Menghormati

Sebagai manusia yang hidup bersosial, kita memang dituntut untuk saling menghormati sesama. Langkah ini juga menjadi kunci hubungan baik anda dengan rekan kerja. Jangan menghormati dengan melihat jabatan atau penampilan saja. Siapapun dan apapun jabatan rekan kerja yang masih dalam naungan perusahaan yang sama sebaiknya kita hormati dan diperlakukan dengan baik. Hubungan kerja juga akan menjadi lebih kekeluargaan dengan rasa saling menghormati tersebut.

Memulai Duluan

Trik ini bukan hanya disarankan ketika anda mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga disaat rekan kerja melakukan pekerjaan atau membantu anda dengan hasil yang baik. Saat anda membutuhkan pertolongan dari rekan kerja, jangan sungkan untuk memulai minta bantuan terlebih dulu. Begitupun sebaliknya, saat rekan kerja anda mampu membantu anda dengan hasil yang memuaskan, maka pujian yang baik juga bisa menjadi tips anda menjaga keharmonisan tersebut.

Hati Hati Dengan Bahasa Tubuh dan Ucapan

Untuk menjaga hubungan baik dengan rekan kerja, anda pun wajib berhati-hati dengan ucapan atau gerakan tubuh anda. Hindarilah tatapan tajam atau merendahkan, ataupun memanggil rekan dengan berteriak dan semacamnya. Ini bisa menjadikan reputasi anda semakin buruk sekaligus menghancurkan hubungan baik yang terjalin dengan rekan kerja.

Kepedulian

Wujudkan kepedulian anda terhadap sesama rekan dengan membantunya disaat dia membutuhkan pertolongan. Mulailah berikan rekan kerja anda solusi bila memang itu yang dibutuhkan, atau anda juga bisa dimintai bantuan tenaga untuk menyelesaikan laporan yang belum sempat diselesaikannya karena alasan tertentu. Anda bisa mencoba membantunya sekali waktu, tentunya dengan catatan pekerjaan anda pun sudah terselesaikan lebih dulu.

Selain beberapa langkah diatas, masih banyak cara yang bisa diterapkan untuk menjaga hubungan baik dengan rekan kerja di kantor. Secara umum, hubungan baik yang sehat akan tercipta ketika  mereka yang menjadi bagian didalamnya juga memiliki visi dan misi yang sama.

Demikian artikel informatif tentang tips untuk menciptakan hubungan baik dengan rekan kerja sebagai rekomendasi untuk anda. Semoga bermanfaat!